Mengulik Hukum Investasi Emas Secara Syariah

Pinjamanonline.redaksikerja.com Mengulik Hukum Investasi Emas Secara Syariah – Untuk masyarakat umum, investasi termudah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan, koin dinar, atau batang emas.

Emas dikenal sebagai aset yang aman selama krisis ekonomi, sehingga cocok digunakan sebagai bagian dari portofolio investasi.

Emas juga salah satu aset investasi umumnya kebal terhadap inflasi dalam waktu yang lama, dan cairan itu disebut daya jual mudah kapan saja selama Toko Emas terbuka.

Namun, untuk kedua emas fisik, Anda perlu memiliki ruang penyimpanan khusus yang benar-benar aman, mengingat kepemilikan emas dapat mengundang kejahatan ke pemiliknya. Dalam hal ini, Anda dapat menyewa Safe deposit box di bank.

Lihat Investasi Emas Dalam Islam

Sebagai salah satu negara dengan mayoritas Muslim, tidak mengherankan bahwa kegiatan seperti perdagangan sampai investasi adalah status legal dipertanyakan Syariah.

Diskusi tentang perdagangan halal menjadi topik tidak pernah melarikan diri dipertanyakan ketika ada seminar tentang kewirausahaan Islam nuansa. Namun, bagaimana dengan investasi?

Menurut Islam, Hukum Investasi diperbolehkan, yang mungkin tidak boleh. Status Hukum dinyatakan oleh Dewan Indonesia Klema (MUI). Dengan memperhatikan emas, berikut ini akan dijelaskan hukum jual-emas di syariah:

Pembelian Emas Dan Penjualan Seharusnya Dilakukan Dengan Tunai/Tunai (Yadan Bi Yadin / Hulul)

Proses membeli dan menjual emas Tidak Boleh dengan cara utang, karena takut bahwa harga telah berubah ketika mereka ingin membayar.

Lalu, apakah menjual dan membeli emas untuk kredit dilarang?

Menurut fatwa MUI tidak. No. 77/DSN-MUI / 2010 tentang pembelian dan menjual emas tidak diterbitkan uang melalui Dewan Syariah Nasional, membeli emas tidak ada uang tunai, kredit masih diperbolehkan

Jika Anda ingin membeli emas kredit, maka ada beberapa persyaratan bahwa Anda harus bertemu, di antara orang lain:

  • Harga jual tidak berjalan selama periode perjanjian.
  • Emas tidak boleh digunakan sebagai jaminan.
  • Emas tidak boleh digadaikan sebelum dilunasi.
  • Emas belum menjadi medium resmi pertukaran.

Harus Sepadan (Tamatsul)

Fungible berarti bahwa tingkat pertukaran antara emas dengan objek lain harus persis sama, tidak lebih dan tidak kurang. Jika Anda ingin barter dengan lukisan emas panorama yang indah sebagai contoh, maka pastikan kedua benda ini memiliki nilai yang seimbang.

Jika barter selesai antara emas bernilai Rp1,500,000 dengan lukisan untuk Rp1,000,maka tidak diperbolehkan.

Harus Menerima Satu Sama Lain (Taqabudl)

Jika membeli dan menjual emas telah disepakati, maka kedua belah pihak harus memiliki sikap saling menerima. (Dan tidaklah patut) tidak pantas (bagi setan-setan itu) untuk membawa turun Alquran (dan mereka pun tidak akan kuasa) melakukannya.

Apabila kalian tertipu dengan sumpah mereka lalu Merelakannya, maka sesungguhnya keridaan kalian yang sepihak itu tidak akan berguna bagi mereka, karena Allah tetap murka kepada mereka disebabkan oleh kefasikan dan keluarnya mereka dari aturan-aturan agama.

Namun, ada kalanya emas dapat diajukan di hari lain karena pembelian itu dibuat dalam angsuran, atau dengan kata lain, tabungan.

Di atas contoh, emas tidak bisa dimasukkan pada hari yang sama seperti Anda menyimpan karena ada kondisi yang harus terpenuhi.

Untuk kasus ini, penyerahan emas pada waktu lain masih diperbolehkan, asalkan harga emas di awal save sampai mencapai nilai setara dengan 10 gram tidak memiliki perubahan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.